Tips Memilih Plugin yang Tepat Untuk Website WordPress Anda

Dalam membuat website dengan wordpress, kita perlu memilih plugin yang tepat untuk anda gunakan dalam website anda. Karena, jika anda asal dan terlalu barbar dalam menggunakan plugin yang tersedia, bisa jadi plugin tersebut akan menjadi boomerang untuk website anda. Penggunaan plugin yang tidak tepat dapat membuat kecepatan website anda  menjadi lambat, bahkan kadang dapat menyebabkan error karena website anda terlalu lama untuk melakukan respon terhadapat request pengunjung.

Untuk itu, sebaiknya kita perlu memilih plugin yang tepat dan juga bijak. Kita perlu memilah-milah mana plugin yang akan diinstall dan mana yan tidak.

Saat ini ada lebih dari 49.900 plugin yang bisa kamu download dari repositori WordPress. Banyaknya pilihan tersebut mungkin akan membuat kamu kesulitan dalam menemukan plugin yang bisa kamu andalkan. Oleh karena itu, disini saya akan mencoba memberikan tips untuk anda tentang Tips Memilih Plugin yang Tepat untuk Website WordPress anda.tips memilih plugin

Tips Memilih Plugin yang Tepat Untuk Website WordPress Anda

1. Memilih plugin dengan rating yang bagus

Tips memilih plugin wordpress yang paling mudah adalah dengan melihat rating dari plugin tersebut. WordPress sendiri menyediakan tabel lengkap rating untuk sebuah plugin beserta distribusi nilainya.

Sebagai catatan, rating ini berasal dari user yang telah memasang plugin dan memberikan nilai berdasarkan kepuasan user tersebut. Nilai rating yang direpresentasikan dengan gambar bintang berwarna kuning ini adalah rata-rata nilai yang diberikan oleh user.

Rating yang direkomendasikan tentu adalah plugin dengan rating 4.5 sampai 5, meskipun 4+ masih tergolong bagus.

Namun jangan terlalu mempercayai rating karena ini hanyalah satu dari sekian banyak parameter yang akan kita gunakan dalam menilai sebuah plugin. Baca poin-poin berikutnya untuk penjelasan yang lebih lengkap.

2. Membaca User Review
Menyambung dari poin di atas, untuk menilai sebuah rating, kamu harus melihat terlebih dahulu dari mana rating tersebut berasal. Bagaimana caranya? Lihat user review. Di sini kamu bisa mengetahui kenapa ada user yang memberikan lima bintang atau malah hanya satu bintang.

Satu kelemahan dalam penentuan nilai rating oleh user ini adalah nilainya yang cenderung subjektif dan tidak bisa konsisten dari satu plugin ke plugin lainnya.

Rating plugin WordPress sendiri hanya menghitung rata-rata. Jadi bila ada sebuah plugin yang diberikan bintang 5 oleh 2-3 user, maka meskipun plugin ini hanya diinstal oleh 10 orang saja, plugin ini akan tetap terlihat bagus bukan? (kalau bukan plugin baru yah!)

Selain itu lihat alasan pemberian rating. Banyak user yang memberikan rating jelek bila plugin yang digunakan tidak sesuai dengan keinginannya. Ketika ia menyampaikan komplain dan bug tersebut diperbaiki, ia tidak mengubah rating yang diberikannya. Hal ini tentu akan mempengaruhi nilai rating total nantinya.

Kemudian perhatikan juga tanggal pemberian rating. Kadang ada plugin yang diberikan nilai rendah di awal-awal peleuncurannya, namun mendapatkan nilai yang bagus di bulan-bulan terakhir. Bila nilai yang baru belum bisa membuat rata-rata ratingnya naik, maka rating plugin tersebut akan tetap rendah.

3. Lihat Jumlah Instalasi Plugin
Jumlah instalasi plugin memang tidak menjamin sebuah plugin akan lebih bagus daripada yang lainnya. Tapi hal ini bisa menunjukan tingkat popularitas sebuah plugin.

Logikanya, plugin ini pasti cukup oke karena ada begitu banyak user yang mempercayai plugin tersebut.

Lalu berapa jumlah instalasi yang harus kamu patok pada sebuah plugin?

Tidak ada jumlah yang pasti, meskipun WordPress menggunakan batas 20,000+ untuk memasukkan sebuah plugin dalam kategori populer. Saya sendiri menggunakan limit 1,000+ instalasi kecuali untuk plugin baru.

4. Update dan Kompabilitas
Idealnya, sebuah plugin harus sering diupdate bila ada major update pada wordpress core agar plugin bisa bekerja dengan baik pada WordPress terbaru. Update yang reguler juga bisa memberitahu kita bahwa plugin tersebut aktif dan memiliki perkembangan.

Kamu bisa melihat kapan terakhir kali sebuah plugin diupdate pada info yang ada pada sidebar plugin.

Untuk melihat apa saja perubahan yang sudah dilakukan, lihat pada Description » Changelog. Di sini kamu bisa melihat semua update yang dilakukan dari awal plugin tersebut didaftarkan pada repositori WordPress sampai yang terbaru.

Selain memeriksa kapan terakhir plugin tersebut diupdate, ada baiknya kalau kamu juga memeriksa tingkat kompabilitas plugin tersebut dengan versi wordpress yang kamu miliki saat ini.

Untuk mengecek versi WordPress yang kamu gunakan, cara yang paling mudah adalah masuk ke menu Dasbor » Beranda dan lihat panel Selayang Pandang (At a Glance).

Ini adalah hal yang harus kamu perhatikan, karena kadang plugin yang tidak kompatibel bisa membuat plugin tidak bisa bekerja dengan baik atau bahkan bisa membuat situs kamu crash.

Bila kamu mengalami white screen of death, hapus folder plugin yang bermasalah melalui File Managermenggunakan FTP Client via cPanel atau seperti FileZilla.

5. Support dan Dokumentasi
Semua plugin yang terdaftar pada repositori WordPress memiliki forum support yang bisa kamu akses pada tab Support. Pada forum ini, kamu bisa melihat berbagai macam pertanyaan dari user dan jawaban dari developer plugin tersebut.

Namun begitu, ada beberapa developer plugin yang lebih memilih untuk membahas masalah seputar plugin yang mereka kembangkan pada forum lain pada website mereka sendiri. Jadi mungkin kamu perlu ke sana untuk memeriksanya.

Pada beberapa judul thread, kamu mungkin bisa melihat ada tanda centang berwarna hijau. Ini menandakan bahwa permasalahan yang ditanyakan user sudah diatasi oleh developer. Kamu bahkan bisa melihat persentase masalah yang sudah dapat diatasi pada sidebar homepage plugin tersebut.

Bila kamu juga ingin bertanya masalah plugin yang kamu gunakan, jangan lupa untuk melihat-lihat bagian FAQ terlebih dahulu untuk melihat pertanyaan yang sering ditanyakan mengenai plugin ini. Siapa tahu pertanyaan tersebut sudah ada jawabannya.

 

Mungkin itu saja artikel wordpress tentang Tips memilih Plugin yang tepat untuk website WordPress anda.

No Response

Leave a reply "Tips Memilih Plugin yang Tepat Untuk Website WordPress Anda"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.